Tasikmalaya (26/08/2026) — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Riyadlul Ulum (UNIRU) menyelenggarakan Karantina Bersama dalam rangka persiapan pelaksanaan Akreditasi Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Rabu–Kamis, 26–27 Agustus 2026, bertempat di LAB Kewirausahaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kesiapan Prodi SPI dalam penyusunan dokumen akreditasi, sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap instrumen, mekanisme, dan teknis yang diperlukan dalam proses akreditasi.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam, H. Deden Gumilang Masdar Nurullah, M.Hum. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya membangun kesamaan pemahaman dan komitmen bersama dalam mempersiapkan akreditasi.
“Karantina ini bukan hanya tentang menyelesaikan dokumen, tetapi bagaimana kita memastikan setiap data dan proses yang kita tuangkan benar-benar menggambarkan kondisi dan kinerja Prodi SPI. Karena itu, diperlukan kerja bersama, ketelitian, dan komitmen dari seluruh tim,” ungkapnya.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Agama Islam, Yulianti Hasani, M.Pd., memberikan sambutan dan menegaskan pentingnya dukungan serta kolaborasi seluruh unsur dalam mempersiapkan proses akreditasi Program Studi Sejarah Peradaban Islam.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Riset, Dr. Ashary Ramdhani, M.Pd. Pemaparan tersebut memberikan penguatan kepada tim terkait teknis penyusunan dan pemenuhan dokumen yang diperlukan dalam proses akreditasi.
Melalui kegiatan karantina bersama ini, LPM berharap seluruh tim Prodi SPI dapat bekerja secara lebih fokus, terarah, dan kolaboratif dalam menyelesaikan dokumen akreditasi. LPM juga mendorong agar setiap dokumen yang disusun tidak sekadar memenuhi kebutuhan administratif, tetapi mampu menyajikan data yang valid, bukti yang relevan, serta gambaran objektif mengenai pelaksanaan dan capaian Program Studi.
“Harapannya, proses ini tidak berhenti pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi menjadi momentum bagi Prodi SPI untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Akreditasi pada akhirnya bukan sekadar memperoleh predikat, melainkan bagian dari upaya membangun budaya mutu dan meningkatkan kualitas program studi,” demikian harapan LPM.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNIRU dalam memperkuat budaya mutu melalui proses penjaminan mutu yang terencana, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.