Tasikmalaya, 14 Mei 2026 - Ruang Rektorat dipenuhi jajaran pimpinan universitas dalam pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) hasil Audit Mutu Internal (AMI), Kamis (14/05/2025). Kegiatan ini dihadiri Pimpinan Pondok, Ketua Yayasan, Rektor, Wakil Rektor, Ketua LPM, Ketua LPPM, Dekan Fakultas, Ketua Program Studi, Kepala Biro dan UPT serta Tim Auditor Internal sebagai bagian dari penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan UNIRU.
Dalam pengantar RTM AMI disampaikan bahwa upaya menuju UNIRU unggul sangat ditentukan oleh kualitas mutu yang dibangun secara sistematis melalui indikator PPEPP, yakni Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. Pada kesempatan tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) memperoleh apresiasi atas profesionalisme dan akuntabilitas dalam pelaksanaan AMI, termasuk keberhasilannya menghadirkan 37 aplikasi pendukung audit mutu internal guna memfasilitasi peningkatan mutu di berbagai unit kerja.
Rektor UNIRU dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada LPM yang telah melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen sebagai bagian penting dari siklus pengendalian mutu dalam SPMI. Menurutnya, seluruh stakeholder perguruan tinggi harus memahami secara mendalam siklus PPEPP agar implementasi mutu tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi budaya mutu dalam seluruh aktivitas perguruan tinggi.
Rektor juga mengapresiasi inovasi LPM yang berhasil mengembangkan delapan aplikasi AMI untuk program studi, 23 aplikasi untuk audit satuan kerja, tiga aplikasi AMI fakultas, dan tiga aplikasi AMI satgas, sehingga total keseluruhan mencapai 37 aplikasi dalam kurun waktu empat bulan. Seluruh aplikasi tersebut telah diterapkan secara efektif dalam proses Audit Mutu Internal di lingkungan kampus.
“AMI harus menjadi bagian dari budaya mutu yang dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai prinsip Quality Continuous Improvement,” tegas Rektor dalam arahannya.
Selain itu, Rektor menekankan bahwa setiap temuan dalam AMI, baik berupa capaian positif maupun kekurangan, harus ditindaklanjuti secara serius. Temuan positif perlu terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, sedangkan kekurangan harus segera diperbaiki melalui pemenuhan standar mutu secara konsisten demi mewujudkan perguruan tinggi unggul di masa depan.
Rektor juga meminta LPM untuk terus mengawal implementasi AMI dan SPMI agar budaya mutu semakin mengakar dalam tata kelola perguruan tinggi. Dalam penutup arahannya, ia mengajak seluruh sivitas akademika menjadi “bintang-bintang” penggerak kemajuan lembaga dan menghindari sikap apatis yang tidak berkontribusi terhadap pengembangan institusi.
Sementara itu, Ketua LPM dalam paparannya menyampaikan laporan umum hasil RTM, tingkat partisipasi auditee, hasil AMI, serta apresiasi kepada auditee terbaik tahun ini. Berdasarkan hasil penilaian, nominasi auditee terbaik pertama diraih oleh Prodi Kewirausahaan, disusul Prodi Sistem Informasi di posisi kedua, dan Prodi Agroteknologi di posisi ketiga.
Selain itu, Ketua LPM juga memaparkan laporan pelaksanaan SPMI yang telah disampaikan kepada LLDIKTI serta menegaskan motto RTM tahun ini, yakni “Mutu dibangun dengan data, diperkuat dengan komitmen, sadar mutu, kesungguhan dan kolaborasi.”
Pelaksanaan RTM ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika untuk terus membangun budaya mutu yang berkelanjutan demi mewujudkan UNIRU sebagai perguruan tinggi unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman.