- Ruang LPM
- LPM
Tasikmalaya, 28 Oktober 2025 — Matahari belum terlalu tinggi ketika ruang Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Riyadlul Ulum mulai terisi. Satu per satu pimpinan program studi Agroteknologi dan Sejarah Peradaban Islam datang, disambut hangat oleh Ketua LPM dan staf yang sejak pagi sudah menata ruangan. Suasana tampak santai, namun agenda yang dibahas hari itu punya peran penting: persiapan Audit Mutu Internal (AMI) menjelang akreditasi.
Tepat pukul 10.00 WIB, rapat dibuka dengan salam dan basmalah. Nada pertemuannya tidak kaku—lebih seperti diskusi kolega yang punya tujuan sama: memastikan mutu UNIRU terus meningkat seiring perubahan status lembaga dari institut menjadi universitas.
Transisi Identitas, Penataan Dokumen
Tahun ini, AMI membawa tantangan tambahan. Perubahan nomenklatur—dari ITB Riyadlul Ulum menjadi Universitas Riyadlul Ulum (UNIRU) serta STIABI menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Riyadlul Ulum Condong (STAIRUC)—membuat tim harus menyesuaikan banyak dokumen. Logo baru, nama baru, dan penyelarasan identitas lembaga menjadi bagian penting dalam persiapan audit.
Namun diskusi mengalir ringan. Para Kaprodi langsung menyetujui setiap usulan yang disampaikan Ketua LPM, termasuk penambahan pendamping dari tenaga kependidikan dalam tim Auditee. Langkah ini dianggap strategis untuk memperlancar proses audit, terutama dalam pengumpulan data dan penataan dokumen.
Komitmen Bersama untuk Mutu
Rapat yang berlangsung santai dan kondusif ini berakhir dengan rasa optimistik. Tidak ada perdebatan panjang, tidak ada kendala berarti—hanya satu arah yang dipegang bersama: memperkuat fondasi mutu UNIRU menuju akreditasi yang lebih baik.
LPM menegaskan bahwa tindak lanjut rapat akan menyusul dalam waktu dekat, termasuk pendampingan teknis bagi prodi. Bagi UNIRU yang sedang membangun identitasnya sebagai universitas baru, langkah-langkah seperti ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi bagian dari perjalanan panjang menuju kampus yang berdaya saing.